0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sudah Usia Lanjut Ikut Lari Marathon? Simak Dulu Tipsnya

okezone
okezone - Sun, 16 Dec 2018 08:47
Viewed: 159
Sudah Usia Lanjut Ikut Lari Marathon? Simak Dulu Tipsnya

Seiring berkembangnya zaman, kini sudah banyak orang yang mulai tergerak untuk mengubah gaya hidup mereka. Terlebih di era serba digital seperti saat ini.

Semua orang cenderung lebih suka melakukan berbagai kegiatan tanpa perlu repot-repot mengeluarkan tenaga. Istilahnya semua harus serba praktis. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan seperti ini mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.

Hal ini ditandai dengan muncul tren-tren olahraga yang tengah digandrungi. Sebut saja tren marathon atau event lari yang hampir setiap minggu diselenggarakan di ibu kota. Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang terlalu menganggap sepele event-event seperti ini.

Hanya karena melihat foto rekan atau teman kantornya finish saat mengikuti lari 5K, 10 K, atau marathon, banyak orang yang nekat untuk ikut mencobanya.

Padahal, menurut Dr. Hario Tilarso, SpKO, Dokter Spesialis Olahraga Pendaming KONI untuk mengikuti event lari itu membutuhkan persiapan yang matang dan tidak instan. Apalagi yang sudah memasuki usia tua atau di atas 40 tahun.

"Di usia tersebut kemampuan tubuh sudah menurun. Terlebih jika sudah jarang berolahraga. Kalau mau coba ikut event lari harus memeriksakan dulu apakah tubuh masih mampu atau tidak. Terutama memeriksakan kesehatan jantung," tutur Dr. Hario Tilarso, sebagaimana dikutip dari siaran pers Bangun Tjipta Golden Run 2019 yang diterima Okezone, beberapa hari yang lalu

Lebih lanjut, Hario mengatakan, idealnya, seseorang yang ingin mengikuti lomba lari harus melakukan persiapan setidaknya 3 bulan sebelum hari H. Selama periode tersebut, peserta harus menjalani program latihan yang telah disesuaikan dengan kemampuan mereka.

Program ini mencakup body weight training, strength training, serta latihan untuk menghadapi medan tertentu. Dalam kurun satu minggu, program latihan ini bisa dibagi-bagi dengan porsi yang berbeda setiap harinya.

"Latihan itu penting karena lari jarak jauh kalau sudah terlatih akan lebih mudah. Kekuatan kaki dan tungkai sudah terbiasa. Jadi jika nanti di tracknya ada tanjakan, mau tidak mau latihannya harus di medan yang menanjak juga," jelas Hario.

"Ketika melewati tanjakan coba tambahkan ayunan lengan karena badan akan maju sendiri ke depan. Gerakan-gerakan seperti inilah yang harus dilatih sebelum mengikuti event lari agar tenaga tidak terlalu terforsir," timpalnya.

Setelah rutin menjalani program latihan, tubuh pun harus mendapatkan istirahat yang cukup. Oleh karena itu, Hario menyarankan agar setiap peserta mengurangi porsi latihan mereka satu minggu sebelum event dilangsungkan.

"Satu minggu sebelum acara, porsi latihan harus dikurangi, dan jangan lupa atur pola tidur 8-9 jam. Hal ini mungkin susah bagi mereka yang bekerja kantoran. Namun untuk peserta yang usianya sudah di atas 40 tahun, sangat penting untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas," tukasnya.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip